Oleh: Ruslan Abdul Gani
Macam-Macam Ideologi
Liberalisme
Idelogi yang menanamkan nilai kebebasan dan kesetaraan kesempatan bagi individu.
Kapitalisme
Idelogi yang menanamkan sistem ekonomi yang membebaskan setiap pelaku usaha dan perusahaan menjalankan produksi dan exchange of goods melalui sistem ekonomi pasar.
Kolonialisme
Ideologi yang menanamkan penguasaan atas negara lain untuk memperluas wilayah negara sendiri
Nasionalisme
Ideologi yang menanamkan kesadaran nasional untuk membentuk organisasi politik yang ideal yaitu Negara-Bangsa.
Sosialisme
Ideologi yang menanamkan pengutamaan hak dan perlindungan bagi kamu pekerja atau kaum buruh.
Marxisme
Ideologi yang menanamkan bahwa sejarah tidak bergantung pada spirit perjuangan melainkan pada material ekonomi yang melingkupi kehidupan ekonomi suatu masyarakat.
Fasisme
Ideologi yang menanamkan pemahaman bahwa suatu bangsa lebih superior dari bangsa lain.
Feminisme
Ideologi yang menanamkan kesetaraan antara wanita dan pria.
Ekologisme
Ideologi yang menanamkan bahwa kerusakan alam bisa diperbaiki melalui kerjasama dengan para Industrialis.
Hind Swaraj dari India
Berasal dari kata Hind yang berarti bangsa India dan Swaraj yang berarti pemerintahan sendiri. Idelogi ini digagas oleh Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948). Ide dasar : Nasionalisme, Sarvodaya (kesejahteraan sosial), ekonomi khadi, pemerintahan yang demokratis.
Pancasila dari Indonesia
Berasal dari kata Panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Pada dasarnya dicetuskan oleh Ir.Soekarno yang kemudian mengalami beberapa perubahan.
Ruslanisme
Ideologi tentang Kekuasaan Tuhan dan Kehendak Tuhan yang tidak dapat ditentang manusia. Dan manusia hanyalah bersifat pasif terhadap segala sesuatu yang Tuhan kehendaki.
Dipikirkan oleh Ruslan Abdul Gani
RUSLANISME: Ideologi SESAT
Dalam hati, saya sering bertanya: Kenapa orang berbuat dosa? Apakah dia tidak takut masuk Neraka?
Saya berpikir:
Ketika saya berbuat dosa, baik itu dosa kecil ataupun dosa besar, malaikat mencatatnya. Catatan perbuatan dosa tersebut akan diperhitungkan di akhirat kelak. Dosa yang saya lakukan membuat saya dimasukan ke Neraka, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan.
Nah, karena segala sesuatu di alam semesta ini – dari hal yang sangat kecil sampai hal sangat besar – adalah karya cipta Tuhan Yang Maha Kuasa. Semua system yang bekerja di alam semesta ini adalah karena kehendak-Nya. Dari sini muncul pemikiran SESAT saya, kalau begitu tidak masalah bagi saya untuk melakukan perbuatan dosa. Biar saja saya masuk neraka. Sebuah pemikiran yang sesat dan saya harapkan untuk tidak pernah muncul kembali.
Lalu atas dasar apa saya berpikir seperti itu? Penjabaran argumentasi yang saya berikan adalah sebagai berikut:
- Suatu waktu, saya merampok sebuah rumah mewah dan membunuh seluruh penghuninya.
- Kejahatan tersebut membuat saya berdosa. Di kehidupan akhirat, kelak saya akan dilempar ke dalam api Neraka.
- Namun saya tidak merasa khawatir dan cemas sedikitpun, karena saya berpikir bahwa semua hal adalah kehendaknya.
- Anggap saya sudah berada di Neraka, saya tidak khawatir dan takut sedikitpun dengan siksaan yang saya terima. Karena, Tuhan lah yang berkuasa menciptakan manusia dengan sempurna. Tuhan memasukan rasa sakit dan perasaan takut ke dalam diri manusia. Artinya, saya tidak perlu takut dan khawatir dengan siksaan Neraka, toh Tuhan-lah yang telah menciptakan rasa sakit di tubuh manusia.
- Dalam pikiran saya berkata: “Biarkan saja saya masuk Neraka, toh itu kan kehendak-Nya. Ketika Tuhan menciptakan manusia dan alam semesta dengan kemauan-Nya. Saya sebagai manusia hanyalah ciptaan-Nya. Saya tidak punya hak dan kekuatan untuk menentang-Nya. Saya sih nurut aja. Terserah, Tuhan mau memsukan saya ke Neraka ataupun tidak. Toh, semua ini kan ciptaan-Nya. Mengenai siksaan yang ada di Neraka, saya pasrah saja. Karena saya tidak tahu apakah tubuh saya di kehidupan dunia akan sama dengan tubuh saya di kehidupan akhirat. Saya tidak tahu apakah tubuh saya masih dianugerahi rasa sakit. Saya tidak tahu apakah saya masih punya rasa takut. Dan saya pun tidak tahu apakah saya masih bisa berpikir seperti sekarang ini. Itu semua sesuai kehendak-Nya. Dan satu lagi, andaikata Tuhan berkehendak menyudahi semuanya, itupun tidak masalah bagi saya. Saya hanya pasrah terhadap kemauan Tuhan.”
Terakhir saya berpesan kepada Anda semua: Janganlah menggangap tulisan ini sebagai suatu hal yang SERIUS! Saya hanya mengungkapkan pemikiran saya yang sering kali megganggu keimanan saya kepada Allah SWT.
“ASTAGFIRULLAHALADZIM”













